rss_feed

Desa Kesambirampak

Jl. Raya Banyuwangi No. 355
Kecamatan Kapongan Kabupaten Situbondo Provinsi Jawa Timur
Kode Pos 68362

call 082229465969| mail_outline dskesambirampak@gmail.com

  • LEGIONO

    Kepala Desa

    Belum Rekam Kehadiran
  • HARISIL MUCHLIS

    Sekretaris Desa

    Belum Rekam Kehadiran
  • WAHYUDI

    Kepala Seksi Pemerintahan

    Belum Rekam Kehadiran
  • ZAINAL ARIFIN

    Kepala Seksi Pelayanan

    Belum Rekam Kehadiran
  • WAHYU CANDRA ADI NATA

    Kepala Seksi Kesejahteraan

    Belum Rekam Kehadiran
  • ERNAWATI

    Kepala Urusan Keuangan

    Belum Rekam Kehadiran
  • ZAINATUL WIDAD

    Kepala Urusan Tata Usaha dan Umum

    Belum Rekam Kehadiran
  • KHAIRUL UMAM

    Staf

    Belum Rekam Kehadiran
  • KARYOTO

    Kepala Dusun Karang Layar

    Belum Rekam Kehadiran
  • ZEINUR RIDHO

    Kepala Dusun Rambutan

    Belum Rekam Kehadiran
  • ARI SETIYAWATI

    Kepala Dusun Pajukoan

    Belum Rekam Kehadiran
  • GHAZALI

    Kepala Dusun Sarse

    Belum Rekam Kehadiran
  • SUNARWADI

    Kepala Dusun Krajan

    Belum Rekam Kehadiran
  • TOLAK SUNARSO

    Kepala Dusun Nyior Cangka

    Belum Rekam Kehadiran
  • MUHAMMAD AMINULLAH

    Staf

    Belum Rekam Kehadiran

settings Pengaturan Layar

Selamat Datang di Website resmi Desa Kesambirampak. Semoga bisa memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat | Informasi Desa adalah Hak Masayarakat - UU RI No 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi | AWASI Pembangunan Desa Kita - LAPORKAN Bila Ada Penyimpangan
fingerprint
Kenormalan Baru, Guru Harus Kuasai Pedagogi Digital

04 Jun 2020 08:50:19 242 Kali

[KBR|Warita Desa] Jakarta | Indonesia membutuhkan sistem pendidikan berbasis digital untuk menghadapi new normal atau kenormalan baru pandemi Covid-19. Hal ini disampaikan pengamat pendidikan Indra Charismiadji.

"New normal di dunia pendidikan itu bukan cuma masalah jaga jarak dan masalah kebersihan, bukan cuma masalah itu, tapi juga dari proses belajarnya sendiri, proses belajar yang memanfaatkan teknologi digital," terang Indra kepada KBR, Selasa (2/6/2020).

"Jadi kalau kita bicara new normal di bidang pendidikan, harusnya memang semua anak itu ke sekolah nggak lagi bawa koper, tapi bawanya cuma satu device saja, satu gawai. Satu gadget yang semuanya ada di situ. Catatannya ada di situ, mau buku-buku ada di sana, jadi itu yang disebut dengan alat kerjanya."

"Dengan proses yang basisnya teknologi ini, mereka tidak harus lagi belajar pada waktu yang sama atau belajar hal yang sama.  Istilahnya mereka bisa belajarnya on demand. Misalnya, hari ini saya mau belajar Bahasa Indonesia, tapi teman saya mau belajar Bahasa Inggris, teman saya yang lain mau belajar matematika, bisa."

"Dengan demikian kecepatan mereka belajar disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Artinya tidak harus lagi bersama-sama. Dengan demikian juga fungsi dari guru juga berubah, guru tidak lagi menjadi pusat informasi, tetapi guru itu lebih sebagai fasilitator," lanjutnya.

Pemerintah Harus Siapkan Infrastruktur dan SDM

Untuk mewujudkan konsep pendidikan digital tadi, pemerintah harus menyiapkan dukungan infrastruktur, sarana, dan Sumber Daya Manusia (SDM).

"Harus didata dulu mengenai akses. Kita bicara gawainya, akses sinyal internetnya, akses datanya, kuotanya. Nanti di sini yang bisa menggunakan sekolah sebagai tempat belajar nggak semua siswa, hanya mereka-mereka yang nggak punya akses terhadap gawai, tidak punya biaya untuk beli pulsa, itu yang tetap bisa belajar di sekolah menggunakan peralatan sekolah," jelas Indra.

"Banyak cara lah untuk bagaimana menyediakan akses ini terhadap siswa. Tapi, ya harus didata dulu. Data dari Kominfo kan pengguna gawai kita sudah di atas 300 juta, berarti sudah lebih dari jumlah penduduk Indonesia. Jadi, menurut saya sebetulnya akses itu tidak begitu menjadi masalah, asal dikoordinir dengan baik," lanjutnya.

Selain itu, tantangan yang krusial adalah mengedukasi para guru agar mampu menguasai pedagogi digital atau sistem pendidikan berbasis daring.

"Guru-guru di Indonesia itu masih belum tahu pedagogi digital itu seperti apa. Nah, ini yang harusnya pemerintah ngebut, selama liburan ini menyiapkan mereka (guru) untuk memahami konsep mengajar pembelajaran jarak jauh dengan daring," kata Indra.

"Jadi harusnya pemerintah bisa ngumpulin tokoh-tokoh pendidikan, pakar-pakar pendidikan, yang disuruh melatih guru-guru ini. Sekarang kan para pakar pendidikan juga nggak kemana-mana, di rumah semua, artinya mencari mereka gampang, tinggal diminta saja ya demi negara membantu menyiapkan para guru ini. Jadi menurut saya lebih mudah dilakukan," ujarnya.

"Yang terakhir, orang tua juga mesti disiapkan, karena prosesnya juga berbeda dengan model seperti sekolah yang dulu. Ini yang sama sekali pemerintah belum lakukan. Jadi, ya panggil para tokoh pendidikan, pakar pendidikan untuk berlanjut terus-menerus menjelaskan konteks bagaimana fungsi orang tua untuk membantu anak belajar digital," tutupnya.

Oleh : Astri Yuana Sari,Adi Ahdiat
Editor: Agus Luqman

chat
Kirim Komentar

Untuk artikel ini

person
stay_current_portrait
mail
chat
Alamat : Jl. Raya Banyuwangi No. 355
Desa : Kesambirampak
Kecamatan : Kapongan
Kabupaten : Situbondo
Kodepos : 68362
Telepon : 082229465969
Email : dskesambirampak@gmail.com

map Wilayah Desa

message Komentar Terkini

  • person muzamzami

    date_range 27 Mei 2022 02:26:35

    Mas, Ada yang versi terbarunya ga mas ? versi 22.05 [...]
  • person PKL

    date_range 13 Juli 2021 11:43:11

    Semoga tetap memberikan manfaat untuk sesama [...]
  • person Parso, S.Kom

    date_range 07 Agustus 2020 16:01:36

    Mantap Bung, Penjaringan Perangkat Desanya benar-benar [...]
  • person Fadli

    date_range 27 Mei 2020 23:52:28

    Yg menerima bantuan harus tepat sasaran.....yg mampu [...]

account_circle Aparatur Desa

reorder Peta Desa

reorder Lokasi Kantor Desa

share Sinergi Program

insert_photo Album Galeri

assessment Statistik Desa

contacts Info Media Sosial

reorder Fanspage

assessment Statistik Pengunjung

Hari ini:306
Kemarin:643
Total Pengunjung:405.701
Sistem Operasi:Unknown Platform
IP Address:18.208.132.74
Browser:Tidak ditemukan

folder Arsip Artikel


reorder Video


TRANSPARANSI ANGGARAN
Sumber Data : Siskeudes
insert_chart
APBDes 2022 Pelaksanaan

Realisasi | Anggaran

PENDAPATAN
Rp. 893,550,480 | Rp. 1,957,992,475
45.64 %
BELANJA
Rp. 605,070,612 | Rp. 1,876,102,349
32.25 %
PEMBIAYAAN
Rp. 43,109,874 | Rp. -81,890,126
-52.64 %
insert_chart
APBDes 2022 Pendapatan

Realisasi | Anggaran

Hasil Aset Desa
Rp. 0 | Rp. 31,320,000
0 %
Dana Desa
Rp. 658,554,600 | Rp. 1,176,191,000
55.99 %
Bagi Hasil Pajak dan Retribusi
Rp. 0 | Rp. 52,876,000
0 %
Alokasi Dana Desa
Rp. 234,995,880 | Rp. 612,308,000
38.38 %
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp. 0 | Rp. 75,000,000
0 %
Lain-lain Pendapatan Desa Yang Sah
Rp. 0 | Rp. 10,297,475
0 %
insert_chart
APBDes 2022 Pembelanjaan

Realisasi | Anggaran

BIDANG PENYELENGGARAN PEMERINTAHAN DESA
Rp. 236,281,012 | Rp. 788,030,749
29.98 %
BIDANG PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DESA
Rp. 104,219,600 | Rp. 228,958,920
45.52 %
BIDANG PEMBINAAN KEMASYARAKATAN
Rp. 31,000,000 | Rp. 116,020,400
26.72 %
BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Rp. 61,370,000 | Rp. 241,902,000
25.37 %
BIDANG PENANGGULANGAN BENCANA, DARURAT DAN MENDESAK DESA
Rp. 172,200,000 | Rp. 501,190,280
34.36 %